WARDAH INSPIRING MOVEMENT LUNCURKAN EMPAT BIDANG CSR, BUKAN MENDUKUNG LGBT DAN FEMINISME

Brand kosmetik yang sudah cukup populer di indonesia, Wardah melakukan kampanye melalui program CSR (corporate social responsibility) wardah inspiring movement (WIM). Dimana program ini di selenggarakan berdekatan dengan Hut kemerdekaan indonesia yang ke 73. Sebelumnya wardah memang sudah melakukan berbagai kegiatan CSR, namun kegiatan—kegiatan tersebut malah hanya berdiri sendiri yang mana dampaknya memang kurang terasa. Sedangkan untuk program WIM berbeda dengan CSR pada umumnya. Dimana program WIM mengandung unsur partisipasi, dimana kita sebagai individu, komunitas atau organisasi dapat bergabung bersama wadah dalam melaksanakan program CSR. Dan program WIM sendiri di harapkan jika ke-depannya membawa hasil yang besar bagi indonesia. Dan seperti yang sudah kita ketahui, program terbaik yang di selenggarakan wardah adalah WIM CSR.

Wardah inspiring movement (WIM) melaksanakan empat bidang CSR yang mana adalah pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk menjalankan program—program CSR wardah. Tak sampai di sini saja, wardah juga meluncurkan Microsite dengan tema “Kebaikan Hati Untuk Negeri” yang bertujuan agar masyarakat mengetahui apa saja yang sudah di laksanakan wardah melalui WIM.

Makna dan harapan dari program wardah di langsungkan dengan cerita teater musikal “Ratu Insa” tepatnya di restoran bunga rambai, Jakarta, Rabu (15/8).

Dalam wardah inspiring movement, pelaksanaan program tersebut dengan beberapa cara. Mulai dari segi pendidikan sendiri, wardah menghadirkan beasiswa untuk mahasiswa, memberikan pelatihan kepada guru bahkan dengan program pendidikan keluarga.

“Gawat darurat pendidikan yaitu, akses, ada siswa yang keluar masuk sekolah, putus sekolah karena keadaan ekonominya. Kedua kualitas, pendidikan yang baik jangan cuma bisa baca kalimat atau makna, sekedar masuk sekolah. Terakhir adalah kesenjangan, menjadi isu yang harus diperhatikan,” penjelasan dari inisiator gerakan semua murid dan guru, Najeela Shihab.

Untuk kesehatan dilaksanakannya mengenai edukasi dan deteksi dini akan kanker serviks dan payudara, memberikan bantuan pengobatan dan dana operasional rumah singgah untuk penyakit anak.

“Kami bekerja sama dengan wardah dan mendirikan rumah harapan bagi pengidap kanker yang membutuhkan pengobatan tetapi tidak memiliki biaya, kami mengharapkan mereka bisa sembuh dan menjalani kehidupan seperti kita yang bahagia” Ungkapan pendiri rumah harapan,” Valencina Mieke Randa

Program yang di lakukan pun tidak hanya itu saja, wadah juga memberikan pemberdayaan perempuan yang fokus untuk ibu-ibu rumah tangga yang bisa berwirausaha.

“Kami melihat peran wanita sangat diperlukan. Bagaimana itu menjadi perempuan mandiri, produktif. Hal-hal yang tadinya berguna menjadi bermanfaat dan outputnya bermanfaat dan income untuk mereka,” tegas Ketua LK ESQ, Lea Sri Endari Irawan.

Leave a Comment